Sabtu, 21 November 2015

Leang leang kabupaten maros

leang-Leang terletak di dalam wilayah Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung di daerah Maros Pangkep. Pegunungan Karst yang sudah berumur ribuan tahun ini diakui sebagai kawasan karst terbesar kedua di dunia setelah Guangzhou di China. Meliputi area seluas 43.750 hektar, wilayah ini memiliki 286 goa dengan lebih dari 30 goa prasejarah.
Selain itu juga ditemukan benda laut berupa karang yang menandakan bahwa gua tersebut pernah tenggelam dan dikelilingi oleh lautan. Taman Prasejarah Leang-Leang terletak sekitar 11 km dari di Kabupaten Maros
Dalam bahasa Makassar leang artinya goa. Serupa dengan kata liang yang artinya lubang. Hal yang menarik dari tempat ini adalah adanya lukisan-lukisan dinding pada goa-goa di Leang-Leang. Dari gambar-gambar pada dinding goa dan alat-alat yang ditemukan, kita bisa tahu seperti apa kehidupan manusia prasejarah.
Salah satu gambar telapak tangan diperkirakan sebagai cap telapak tangan milik salah satu anggota suku yang telah mengikuti ritual potong jari. Ritual itu dilakukan sebagai tanda berduka atas kematian orang terdekatnya.


Minggu, 15 Februari 2015

ikantuna-thyna.blogspot.com



Penanganan pasca tangkap ikan tuna di laut menggunakan metode "Taniguchi"
ba
 Pembunuhan Ikan dengan Metode Taniguchi (A) dan dengan menusukkan Spike (B).


Persiapkan alat dan bahan seperti sarung tangan, spike, spon, karung goni basah, ganco, sikat, selang, karpet, terpal dan pisau. Semua alat dan bahan tersebut diletakkan pada tempatnya sehingga ketika ada ikan yang tertangkap lebih mudah mengambil dan menjangkaunya. Jika ada ikan yang tertangkap, sebaiknya hindari melakukan perlawanan ketika ikan pertama kali kena pancing dan upayakan mengulur tali maksimal 5 kali kedalaman ikan tertangkap dan ketika melakukan penarikan sebaiknya menggunakan sarung tangan, seperti Gambar 1 dan 2.

Selanjutnya, ketika ikan sudah mulai kelelahan lakukan penarikan secepat mungkin dan ketika ikan masih melakukan perlawanan, tali pancing diulur kembali dan demikian seterusnya. Hal ini dilakukan untuk menghindari terjadinya peningkatan suhu tubuh sebagai akibat dari perlawanan ikan sehingga akan menstimulasi peningkatan histamine ketika naik di atas kapal yang akan berpengaruh langsung terhadap perubahan warna faging ikan. Ikan yang melakukan perlawanan, biasanya ditangani dengan menurunkan jaket ikan berbentuk kerucut yang diturunkan lewat tali pancing. Jaket tersebut diharapkan akan menutup sirip ikan sehingga mengurangi pergerakan ikan dan mempercepat mengangkatan. Namun jika tidak ada jaket ikan, siapkan tombak sebagai alat untuk menombak ikan agar pergerakannya terhenti. 
Proses Pembunuhan Melaui Tetode taniguchi
Jika ikan tiba di atas kapal masih melakukan perlawanan, maka ikan cepat-cepat dibunuh menggunakan spike pada bagian kepala dengan posisi kaki kiri yang membunuh dilekuk dan berada di belakang sirip dada. Setelah itu dilakukan teknik pembunuhan dengan metode taniguchi yakni dengan menggunakan kawat stainless steel atau dengan tasi sampai menembus urat syarat dengan cara pelan-pelan dan hindari ikan banyak menggelepar. Pastikan ikan berada di atas karpet atau di atas karung goni untuk menghindari agar daging ikan tidak rusak ketika ikan melakukan perlawanan.
Penanganan tuna segar dengan cara taniguchi yang baik dan benar akan mampu mempertahankan kesegaran ikan sehingga kualitasnya bisa terjamin sehingga bisa meningkatkan daya saing dipasaran